Shoes and Care – Sejarah Unik Lahirnya Nike Waffle

Jakarta, Shoes and Care – Siapa yang tidak tahu brand sepatu Nike? Brand sepatu asal Amerika Serikat yang berdiri sejak tahun 1971 ini menjadi salah satu brand sepatu paling populer di dunia hingga saat ini. Inovasi, uniqueness dan teknologi yang mereka tawarkan selalu menjadi yang terbaik diantara brand sepatu lainnya. Salah satu line up terpopuler milik Nike adalah Waffle Series. Sepatu ini lahir atas ekperimen dan inovasi Bill Bowerman, pendiri Nike, untuk menciptakan sepatu yang ringan, kuat, serta cepat. Ingin tahu sejarah dan perkembangan sepatu ini? Simak penjelasannya dibawah ini!


Nike Waffle: Dari pencetak Kue Hingga Menjadi Sepatu


Yup, sepatu Nike Waffle ini memang tercipta atas eksperimen Bill Bowerman yang terinspirasi oleh mesin cetak kue waffle. Namun Waffle yang dihasilkan bukan berbau vanilla yang enak, melainkan bau tartan kering dan juga karet. Dilansir dari laman website Highsnobiety, saat itu Bowerman sedang menunggu sarapan dari sang istri. Ketika sarapan dihidangkan, Bill melihat pola cetakan yang menarik pada waffle. Beliau sadar bahwa lekukan yang dihasilkan dari alat pembuat waffle akan menjadi cetakan yang sempurna dan menarik untuk membuat sepatu lari. 



“When one of the waffles came out, he said, ‘You know, if you turn it upside down – where the waffle part is in contact with the track – that might work.’ So he got up from the table, went to his lab and got two cans of whatever you pour together to make the urethane and poured them into the waffle iron. “The end product was a running shoe without heavy spikes.


-Barbara Bowerman


Dilansir dari The Oregonian, saat itu Bill merupakan seorang pelatih track and field. Pada saat yang bersamaan, ia mencari cara untuk membuat sepatu lari yang lebih ringan dan lebih cepat karena lapangan Hayward di Oregon, tempat dia bekerja, sedang beralih menjadi lapangan permukaan buatan. Lalu Bill membayangkan sebuah sepatu lari yang memiliki bidang tapak dengan pola khusus seperti kue waffle, maka atlet yang memakainya bisa dengan mudah mencengkram trek tanpa harus khawatir terpeleset. Inovasi “nyeleneh tapi keren” dari Bill ini berhasil menginspirasi lahirnya Nike Waffle yang berhasil diluncurkan pada tahun 1973 ke publik pada saat itu. 


Sepatu tersebut responsif dan dapat beradaptasi dengan permukaan lari yang tidak rata. Lahirnya Waffle juga membantu menyebarkan gagasan bahwa tidak hanya midsole yang harus menyerap goncangan, tetapi juga outsole juga harus dapat menyerap goncangan untuk meningkatkan kenyamanan. Sebelum itu, banyak sepatu atletik yang memiliki sol yang rata dan lebih rendah ke tanah, namun sol yang dimiliki Waffle memiliki tonjolan kecil seperti bola yang menonjol untuk cengkeraman ekstra dan rebound yang lebih baik.


Nike Waffle Racer: Awal Dari Sepatu Lari Ikonik


Nike Waffle Racer pertama kali rilis dengan harga $21,95 dan $24,95. Sepatu ini pertama kali muncul dengan bahan nilon serta berwarna merah putih. Kemudian muncul lagi dengan skema kuning dan hijau khas Universitas Oregon, warna ini menjadi sangat populer di kalangan atlet lokal. Pada saat pertama kali diluncurkan, muncul campaign pertama Nike Waffle dengan slogan: “Made Famous by Word of Foot Advertising“.


Tidak berselang lama, muncul Nike Waffle dengan menggunakan bahan kanvas serta versi khusus untuk wanita dengan harga yang lebih mahal daripada Waffle Racer. Waffle Racer diluncurkan sekitar tahun 1977 dengan kisaran harga sekitar $30. Waffle Racer tetap menjaga DNA desain sepatu tetap hidup serta menggunakan midsole EVA yang ringan dan desain yang lebih lebar namun lebih stabil. Seiring waktu, sol dan siluet Waffle semakin banyak digunakan di berbagai lini produk Nike lainnya seperti Tailwind hingga LD-1000. 



Menariknya, banyak orang tidak menyadari penggunaan besi pemanggang waffle sebagai cetakan outsole Nike Waffle yang terkenal itu. Sampai pada akhirnya cetakan tersebut ditemukan di dekat sebuah rumah di Coburg, Oregon, Dimana mantan pelatih track and field Oregon Bill Bowerman tinggal. Pada saat itu, Istri dari putra Bill, Jon Bowerman, menemukannya secara kebetulan bersama dengan tapak sepatu yang masih dibuat oleh Bill sendiri. Hingga sekarang, cetakan tersebut dipajang di kantor pusat Nike yang berada di Beaverton, Oregon.


Nike Waffle: Di Masa Sekarang


Hingga saat ini, Nike Waffle masih beredar dan dijual di pasar global. Begitu pula dengan Waffle Racer yang masih tetap mempertahankan lekukan dan desain yang tidak lekang oleh waktu. Waffle Racer saat ini juga sudah tersedia dalam versi yang sustainable bernama Nike Waffle Racer Crater. Sepatu ini hadir dengan bagian atas yang terbuat dari polyster daur ulang dan midsole yang lebih nyaman. Midsole terdiri dari setidaknya 11% Nike Grind Rubber dan dibuat dari sol sepatu yang lama.



Selain Waffle Racer, juga ada seri Nike Waffle lain yang telah dirilis. Diantaranya mulai dari Waffle Debut, Waffle One, Waffle Trainer, Nike Daybreak, Nike Venture Runner, Waffle Racer hingga Waffle Sacai. Bahkan, Waffle Racer pernah beberapa kali menjadi produk kolaborasi Nike dengan brand-brand terkenal lainnya seperti Off White, Social Status dan Sacai. 


Nah, begitulah sejarah dan perjalanan unik dari Nike Waffle. Kalo kamu, sudah punya Nike Waffle yang mana nih?

Share: